Semangat Ulama Menuntut Ilmu Meskipun Dalam Keterbatasan

47

Para ulama sangat bersemangat dalam menuntut ilmu, meskipun mereka berada di dalam keterbatasan. Imam Ibnu Abdil Bar di dalam Kitabnya Jami’ Bayan Al Ilmi wa Fadhilihi menceritakan bagaimana semangatnya Imam Asy-Syafi’i di dalam menuntut ilmu :

قال الشافعي كنت يتيما في حجر أمي فدفعتني في الكتاب ولم يكن عندها ما تعطي المعلم فكان الملعم
قد رضى مني أن أخلفه إذا قام فلما ختمت القرآن دخلت المسجد فكنت أجالس العلماء وكنت
اسمع الحديث أو المسئلة فأحفظها ولم يكن عند أمي ما تعطيني أشتري به قراطيس فكنت إذا رأيت
عظما يلوح آخذه فأكتب فيه فإذا امتلأ طرحته في جرة كانت لنا قديما

Imam Asy Syafi’i berkata : Saya adalah seorang yatim yang tinggal bersama ibu saya. Ibu saya memasukkan saya ke Kuttab. Dia tidak memiliki apapun yang bisa diberikan kepada guru saya sebagai upahnya. Guru senang dengan saya untuk menggantikannya ketika dia berhalangan. Ketika saya selesai membaca Al-Quran, saya memasuki masjid. Saya duduk dengan ulama dan saya mendengarkan hadits atau bertanya, lalu saya menghafalnya. Ibu saya tidak memiliki sesuatu untuk membeli kertas. Maka ketika saya menemukan tulang putih, saya mengambilnya dan menulis di atasnya. Apabila sudah penuh dengan tulisan, saya meletakkannya ke dalam botol yang sudah tua.

قال أحمد بن إبراهيم الطائي الأقطع : حدثنا المزني ، سمع الشافعي يقول : حفظت القرآن وأنا ابن سبع سنين ، وحفظت ” الموطأ ” وأنا ابن عشر .

Ahmad bin Ibrahim Al-Ta’i Al-Aqtha berkata: Al-Muzni menceritakan kepada kami bahwasanya Imam Asy-Syafi’i berkata : Saya menghafal Al-Quran di saat saya berusia tujuh tahun, dan saya menghafal “Al-Muwatta” di saat saya berusia sepuluh tahun.

DOWNLOAD KITAB

  ابن عبد البر : الكتاب جامع بيان العلم وفضله

Sumber : islamweb.net | Disusun oleh : Ibnu Syafri Al Bayangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here